CATH LAB

PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)

Merupakan penyakit yang sangat pembunuh yang paling ditakuti di dunia. Penyakit ini berpontensi menyerang secara mendadak dan berakibat gagak jantung, gangguan irama jantung fatal dan menyebabkan kematian.

Gejala–gejala penyakit jantung coroner diantaranya :

  1. Nyeri dada seperti diremas, ditekan atau ditindih
  2. Nyeri dada sering menjalar ke tangan kiri, atau terkadang leher dan rahang
  3. Dapat disertai sesak nafas, keringat dingin atau mual dan muntah
  4. Terkadang gejala keluhan PJK tidak khas, seperti hanya merasa sesak atau keringat dingin atau lemas yang tidak disertai nyeri dada. Hal ini sering terjadi pada perempuan, usia lanjut dan penderita diabetes

Apa yang terjadi pada PJK ?

Pada PJK terjadi penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh arteri coroner (pembuluh darah yang mensuplai darah bersih dan oksigen ke otot jantung). Hal ini menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah coroner ke otot jantung, sehingga darah bersih tidak dapat menuju otot jantung secara optimal. Sumbatan ini dapat membesar bahkan hingga menyumbat total aliran darah koroner. Hal paling berbahaya timbul bila sumbatan itu retak/pecah sehingga terjadi reaksi bekuan darah yang agresif pada sumbatan tersebut. Hal ini yang disebut serangan jantung. Bila hal tersebut terjadi otot jantung tidak mendapatkan oksigen dan menimbulkan rasa nyeri. Otot jantung tersebut akan mengalami kerusakan yang dapat mengakibatkan kematian. Koroangiografi/ Kateterisasi Koroner dan Angioplasti. Koroangiografi atau Kateterisasi Koroner merupakan tindakan pemeriksaan dengan sinar X (rontgen) untuk melihat langsung sumbatan coroner. Dengan Koroangiografi dapat dilihat lokasi keparahan jumlah dan tipe sumpatan tersebut. Berdasarkan penilaian sumbatan tersebut dan kondisi pasien, akan ditentukan tindakan tatalaksana selanjutnya. Salah satu cara adalah dengan cara balon (angioplasi) dengan pemasangan ring/stent. Tindakan ini dinamakan “Intervensi Koroner Perkututan” yang bertujuan mempelancar aliran darh yang tersumbat. Koroangiografi perlu dipertimbangkan jika nyeri dada sering timbul dan mengganggu aktifitas sehari-hari meskipun telah mendapat obat jantung yang maksimal atau teelah timbul komplikasi gagal jantung atau irama jantung. Pasien diabetes juga perlu dilakukan koroangiografi.

Prosedur Kateterisasi Jantung

Dalam proses ini sebuah pipa yang sangat kecil dan lentur bernama kateter dimasukan sepanjang arteri pada kaki atau lengan menuju kejantung setelah itu pewarna akan disuntikan melalui kateter ini untuk menandai koroner pada rontgen dan rontgen ini akan menunjukan seberapa baik jantung berfungsi. Kateterisasi dilakukan disebuah laboratorium khusus kateterisasi jantung yang dilengkapi dengan sebuah mesin rontgen dan monitor. Sebelum di lakukan tindakan pasien diberitahukan untuk berpuasa (tidak boleh makan dan minum) minimal 4 jam sebelum tindakan. Bagian kulit (lengan atau kemaluan) yang dimasukan kateter ini dicukur. Kepingan- kepingan kecil (elektroda) diletakan dibahu dan pinggul untuk memonitor ritme jantung selama prosedur. Apabila anda sudah siap menjalankan pemeriksaan ini, anda akan dibalut dengan kain steril. Setelah ditutup dengan kain ini, anda tidak boleh lagi menyentuh kain-kain tersebut supaya tetap steril. Selama ini berlangsung pasien harus dalam keadaan sadar. Hal ini sangat penting agar dapat bergerak atau menarik nafas jika diminta dokter, dimana hal ini membuat gambaran rontgen terlihat jelas. Setelah bagian yang dimasukan kateter ini dibersihkan dengan cairan antiseptik, bagian ini dibuat mati rasa dengan bius lokal. Dokter akan mengendalikan kateter ke jantung anda. Anda tidak akan merasakan ini tapi anda dapat melihat di monitor setelah kateter ini berada pada tempatnya, jantung anda mungkin akan berdenyut lebih lambat ataupun lebih cepat. Keadaan adalah normal dan bukan tanda keadaan bahaya. Pewarna kontras akan disuntikan melalui kateter untuk membantu dokter memperhatikan seberapa baik jantung anda berfungsi, akan akn merasakan sensasi penas saat pewarna ini disuntikan, reaksi ini normal dan akan hilang dengan cepat, kemudian dokter akan mengambil rontgen dari beberapa sudut yang berlainan. Berdasarkan hasil rontgen yang di peroleh, dokter akan memutuskan untuk segera mengobati anda atau melakukan prosedur lain dihari berikutnya.